Latihan Statistika · Pilihan Ganda

Analisis Tabel Nilai Ulangan

Tabel nilai dibangkitkan otomatis; pertanyaan menganalisis kenaikan, penurunan, dan nilai tertinggi.

Ringkasan Materi

Tabel data menyajikan data dalam baris dan kolom. Pada latihan ini setiap baris berisi nama siswa, sedangkan kolom berisi nilai Ulangan ke-1 dan Ulangan ke-2.

Istilah dan cara menghitung

  1. Selisih nilai setiap siswa = nilai Ulangan ke-2 − nilai Ulangan ke-1.
  2. Jika selisihnya positif (+), nilai siswa itu naik. Jika negatif (−), nilainya turun. Jika 0, nilainya tetap.
  3. Kenaikan tertinggi = selisih positif yang paling besar.
  4. Penurunan terbanyak = selisih negatif yang paling jauh dari 0 (paling negatif).
  5. Nilai tertinggi = angka terbesar di kedua kolom nilai. Pemiliknya dilihat dari nama pada baris angka itu.
Selisih = Ulangan ke-2 − Ulangan ke-1

Contoh Pengerjaan

Perhatikan tabel berikut. Kolom selisih ditambahkan untuk membantu.

Contoh · Daftar Nilai Ulangan Matematika
NamaUlangan ke-1Ulangan ke-2Selisih
Ani7085+15
Budi9080−10
Citra6080+20
Dodi8570−15
Eka8595+10
Contoh 1 · Kenaikan tertinggi
Siapa yang mengalami kenaikan nilai tertinggi?
  1. Hitung selisih: Ani 85 − 70 = +15; Budi 80 − 90 = −10; Citra 80 − 60 = +20; Dodi 70 − 85 = −15; Eka 95 − 85 = +10.
  2. Selisih positif: +15, +20, +10. Yang paling besar adalah +20.
  3. Jadi, kenaikan tertinggi dimiliki Citra.
Contoh 2 · Penurunan terbanyak
Siapa yang mengalami penurunan nilai paling banyak?
  1. Selisih negatif: Budi −10 dan Dodi −15.
  2. −15 lebih jauh dari 0 daripada −10, artinya nilai Dodi turun 15 poin, sedangkan nilai Budi turun 10 poin.
  3. Jadi, penurunan terbanyak dimiliki Dodi.
Contoh 3 · Nilai tertinggi dan pemiliknya
Berapa nilai tertinggi, dan siapa yang memperolehnya?
  1. Terbesar di kolom Ulangan ke-1 adalah 90 (Budi). Terbesar di kolom Ulangan ke-2 adalah 95 (Eka).
  2. Bandingkan: 95 > 90, jadi nilai tertinggi adalah 95.
  3. Nilai 95 diperoleh Eka pada Ulangan ke-2.
Ingat:
  • Selalu hitung Ulangan ke-2 dikurangi Ulangan ke-1, jangan terbalik.
  • Siswa dengan kenaikan tertinggi belum tentu memiliki nilai tertinggi. Pada contoh, Citra naik paling banyak, tetapi nilai tertinggi milik Eka.
  • Untuk penurunan, bandingkan besar turunnya: −15 berarti turun lebih banyak daripada −10.
  • Nilai tertinggi dicari dari kedua kolom, bukan dari satu kolom saja.